Sleman- Din Syamsuddin, ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengungkapkan, perilaku konsumtivisme masyarakat disaat bulan Ramadhan justru meningkat, hal ini jelas sangat bertentangan dengan semangat Ramadhan itu sendiri.
Hal tersebut diungkapkan Din Syamsuddin dalam ceramah Tarawih di masjid Kampus UGM, Bulaksumur, Sleman, Sabtu malam (22/08/2009). Menurut Din, perubahan jadwal makan yang awalnya dari pagi, siang, malam, berubah menjadi berbuka, dan sahur, ternyata justru menambah kualitas dan kuantitas santapan makan di dalamnya. Hal tersebut diperkuat dengan pentingnya pemerintah selalu mengumumkan ketersediaan sembako disaat bulan awal bulan Ramadhan maupun menjelang Idul Fitri.
“Perilaku konsumtif yang sangat tinggi ketika bulan Puasa, jelas bertentangan dengan kata Al-Shiyam dan Imsak, karena dua kata ini bermakna menahan diri dan bukan lepas diri, untuk itu perlulah kiranya kita selalu menahan diri dari segala keberlebihan,” jelasnya.sumber : www.muhammadiyah.or.id

0 comments:
Post a Comment