Yogyakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin menyatakan bahwa adanya Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM), Madrasah Mu’allimin dan Madrasah Mu’alimat sangatlah penting. “Dan harus dipentingkan” tegasnya dalam Pidato Pelepasa Wisudawan PUTM angkatan ke-8, Ahad (7/06/2009) di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Cik Di Tiro Yogyakarta. Menurutnya, komitmen ini salah satunya untuk menjawab adanya krisis ulama “khas” di Muhammadiyah, yaitu ulama yang mendalami ilmu agama.
Lebih lanjut Din menyatakan bahwa pengertian ulama di Muhammadiyah memang tidak sekedar ulama dalam arti sempit, yang mendalami ilmu agama saja, karena ilmuan di berbagai bidang ilmu yang lain juga seharusnya dianggap ulama. Namun adanya kritikan bahwa Muhammadiyah kekurangan ulama yang taffaquh Fiddin (mendalami ilmu agama) , menurutnya harus ditanggapi serius, seraya membacakan dan menerangkan arti Ayat ke 122 Al Qur’an Surat At Taubah. “Karena barisan taffaquh fiddin inilah yang akan nantinya akan memberikan peringatan” lanjutnya.
Saat ini Muhammadiyah mempunyai kader-kader Ulama yang dididik di Madrasah Mu’alimin Muhammadiyah, Madrasah Mu’alimat Muhammadiyah, PUTM, di juga kader-kader yang sedang belajar di Timur Tengah seperti Mesir, Sudan, Libya dan sebagainya. Namun tokoh yang baru-baru ini menjadi cameo di Film Ketika Cinta Bertasbih ini mengingatkan bahwa seharusnya ulama jangan hanya menguasai bidang Fiqh saja, namun juga falsafah dan juga ilmu-ilmu kauniyah.sumber : Muhammadiyah Online

0 comments:
Post a Comment